Sawahlunto
Posted on October 9th, 2008 | by andreW pradanA |
Ya Sawahlunto, sebuah Kota yang ada di Provinsi Sumatera Barat, tepatnya Kotamadya Sawahlunto. Kota Sawahlunto sendiri adalah satu - satunya kota tambang di Sumatera Barat. Nah, kali yang mau saya ceritakan bukan tentang Sawahlunto, tetapi apa yang saya lakukan pada lebaran ke 4, Sabtu, 04 Oktober 2008. Saya, Bg Yadhie, dan 2 teman yang lain berencana pergi ke Sawahlunto. Kenapa ga lebaran 1, 2 ato bahkan sebelum lebaran aja perginya ? Yah begitulah disaat orang - orang pada mudik lebaran, saya harus bekerja
, karena ikut dalam operasi Ketupat. Yah mau ga mau lah. Rencana pergi ke Sawahlunto ini sendiri ga ada dalam jadwal saya untuk bulan Oktober ini. Di karenakan bg Yadhie dapat mimpi di sentil oleh alm. Kakek Buyutnya. Rencana itu juga saya ga ikut, tapi gara - gara di panasin, kalo ga pergi ga petualang katanya -_-”. Akhirnya saya mau ga mau tergoda atas nama petualang ( Selama ini saya kalo ke Sumatera Barat cm melewati Payakumbuh - Bukittinggi - Padang Panjang - Pariaman, Padang ). Perjalanan kesana pun kita berempat naik motor ( 2 motor boncengan ). Awalnya kami berencana berangkat pada pukul 06.00, tetapi karena hujan deras yang ada di Pekanbaru kami baru berangkat pada pkl. 11.00. Perjalanan yang tanpa persiapan itu juga mengakibatkan saya harus berhenti di Kampar, karena motor saya mengalami masalah pada bagian belakang. Setelah selesai lanjut deh, tapi emang ga bisa cepat - cepat, karena kondisi di jalan sangat ramai, mengingat ada sebagian orang udah balik mudik ke Pekanbaru. Dan yang paling kesal !! ternyata diantara kami berempat ga ada yang tau jalan ke Sawahlunto. Berbagai alasan di lontarkan, salah satunya “Aku cuma tau Sawahluntonya”, “Aku lupa Jalannya”. Hah ! gila ! aku pergi dengan beberapa orang yang ga tau jalan… seakan menambah rasa petualangan naik motor, ga tau jalan ke Sawahlunto. Alhasil kami sampai di Sawahlunto dengan Mengikuti Panah yang ada di rambu - rambu yang menuju Sawahlunto. Ga tau bener atau ngga. Mulai dari “Malu bertanya sesat di Jalan” sampai dengan, “Biar lambat asal selamat”. Huhuhuh sampai juga di Sawahlunto. Kotanya sih ga gede - gede amat, tapi daerahnya luas. Susahnya disana, cari - cari pom bensin, bahkan ga ada sama sekali ( Beli ketengan terpaksa ). Sekitar pkl. 18.00, sampai disana. Setelah ketemu dengan sodara bg Yadhie disana, kami bertanya apakah kami benar melewati akses jalan yang tercepat. Tapi alangkah terkejutnya kami, ketika mereka tertawa, tanda kami salah melewati. Walaupun sampai dengan selamat, jalan yang kami lalui adalah jalan alternatif. Emang sih ga jauh - jauh beda, Setelah Payakumbuh baru ke Batusangkar dan dari Batusangkar ke Talawi dan terakhir baru deh sampai Sawahlunto. Nah yang bener orang itu bilang, lewat di Payakumbuh, Batusangkar, terus Sawahlunto… tapi gpp deh, namanya juga petualangan. Malamnya kami cari makan di Pasar Sawahlunto, Jalan - Jalan liat sekitar. Bagus juga sih kotanya, ada waterboom, ada Tambang batubaranya, gedung - gedung peninggalan Belanda ( VOC ), tapi sayangnya !!! karena malam ga ada foto - foto. Esok paginya, kita baru ke makam kakek buyut bg Yadhie. Dah tua banget makamnya
. Wah lumayan lah nambah nambah S.A.G ( SAG nya bukan sarjana agama loh ), Seksi Alam Gaib maksudnya :p . Sehabis ke makam baru deh kita balik ke Pekanbaru. Rute kali ini adalah Sawahlunto - Solok - Singkarak - Padang Panjang - Bukittinggi - Payakumbuh. Emang sih 2 kali lebih jauh, tapi emang itu udah rencana. Ke Singkarak dan Bukittinggi tujuan kami selanjutnya. Nah begitulah, foto - foto di Singkarak dan Bukittinggi Wajib. Ga kerasa udah pkl 12.00 siang di Bukittinggi. Waktunya pulang ke Pekanbaru. Jalan pulang pun di ramaikan oleh banyak para pemudik, dan juga di ramaikan oleh kecelakaan lalu lintas. Tapi Alhamdulillah sekitar pkl 18.30 udah sampai nih di Pekanbaru
nb. Maaf cerita awal lebih panjang dari akhir. Maaf kalo cerita akhir gantung. Dan mohon maaf saya ga pandai bercerita
No related posts.





























One Response to “Sawahlunto”
By
Hendrawan on Oct 11, 2008 | Reply
narsis betul bang, eh bang hati-hati foto2 disitu bang beberapa waktu lalu, pas saya ke sumbar, teman foto di danau itu ada penampakan suer..