Daily Life

Donor Darah Apheresis – Membantu Sesama

Donor Darah Apheresis – Bagi saya untuk melakukan donor darah sudah menjadi kebiasaan. Ini semua bermula ketika ikut salah satu komunitas di Riau yang bernama Kaskus Regional Riau Raya. Dari komunitas ini saya banyak mengenal kegiatan – kegiatan sosial, termasuk donor darah. Rasa kepedulian terhadap sesama membuat saya mencoba untuk melakukan donor darah pada 2010 itu. Kegiatan ini sendiri terus berlangsung hingga 2016, sampai saya ditawari oleh UDD PMI Kota Pekanbaru untuk mencoba donor darah yang berbeda dari biasanya. Ya… Donor darah Apheresis. Donor yang harus kamu coba

Donor Darah Apheresis, Apa itu ?

Jika biasanya kita mendonorkan darah per 2,5 bulan hingga 3 bulan sekali, tidak sama dengan apheresis. Donor ini bisa di lakukan sebulan 2 kali atau 2 minggu sekali. Kenapa bisa seperti itu ? menurut informasi dari petugas UDD PMI, Donor darah Apheresis adalah bentuk pengambilan darah tertentu saja yang dilakukan menggunakan mesin apheresis. Lebih lengkapnya apheresis adalah proses pengambilan komponen darah tertentu yang diambil dari pendonor dan disaring oleh mesin haemodialisis yang secara selektif memisahkan komponen darah yg diperlukan untuk diberikan kepada pasien dan mengembalikan komponen darah yang tidak diperlukan kembali kepada pendonor. Contoh komponen darah yang diambil seperti platet atau trombositnya. Sisa komponen darah lainnya di kembalikan ketubuh melalui mesin apheresis.

Piagam donor sudah 25 kali april 2016

Apakah ini aman ? tentunya ini aman dan sudah melalui berbagai macam proses. Apalagi sebelum melakukan donor darah kita diwajibkan screening atau pemeriksaan darah langsung di laboratorium PMI. Apabila kita melakukan donor darah biasa proses hingga selesai, tidak membutuhkan waktu lama, hanya 10 – 20 menit saja (darah dalam bentuk utuh belum diproses). Apheresis membutuhkan waktu 45 – 1,5 jam untuk proses donor saja. Belum ditambah waktu sekitar 30 menit lebih untuk screening langsung darah kita. Pertama kali saya melakukan aksi sosial ini, waktu untuk screening sekitar 20 menitan, tergantung pemeriksaan pada saat itu. Pernah juga saya menunggu hingga 40 menit untuk screening saja. Untuk pengambilan komponen darah trombosit pernah sampai 1 jam 15 menit, paling cepat 45 menit.

Kenapa waktu pengambilan darah bisa berbeda ? ini di sesuaikan dengan kondisi dan hasil screening kita saat itu. Tekanan darah, HB, berat badan, tinggi semua di kalkukasilan sehingga tidak membahayakan pendonor apheresis. Mekanisme pengambilan darah hampir sama dengan donor darah biasa. Tetapi ini menggunakan mesin khusus. Jarum ditusuk sisanya mesin yang bekerja sesuai hasil kalkulasi tadi. Sempat sih rasa – rasa ngeri ketika pertama kali melakukan donor ini. Apalagi ini mesin bukan manusia yang bisa saja salah. Namun semua yang saya pikirkan salah, mesin ini sangat safety sekali. Jika ada masalah, alarm pada mesih akan berbunyi dan tidak akan memulai pekerjaannya

proses pengambilan trombosit

Selain itu dikarenakan waktu pengambilan darah yang lebih lama, membuat pendonor lebih capek dan bosan. Tapi tenang, ruang donor apheresis berbeda. Ruang VVIP lah sepertinya, full AC, Televisi, makanan dan minuman. Sensasi pertama yang saya rasakan ketika melakukan donor ini adalah perasaan atau bibir yang terasa menebal atau kaku. Selain itu rasa dingin juga saya rasakan, tapi menurut petugas UDD itu semua wajar. Untuk menghilangkan rasa itu petugas menawari minuman vit c (cdr) untuk membantu melawan efek rasa bibir yang kaku. Satu hal yang dilarang ketika donor berlangsung adalah jangan sampai tertidur.

Donor darah apheresis
Proses Donor Darah

Setelah sekitar 50 menit (pertama donor ini) saya akhirnya selesai melakukan donor. Saya sedikit terkejut ketika melihat kantong donor darah saya. Kenapa berwarna pucat kekuningan ? Ternyata itulah trombosit yang sudaHah diproses mesin tadi. Petugas sempat menjelaskan kepada saya bahwa darah yang sudah diproses ini mampu bertahan 5 hari. Selain itu darah yang sudah diambil ini sangat bernilai tinggi. Untuk proses apheresis ini bernilai 3 jutaan. Ini semua harus ditanggung bagi pasien donor yang membutuhkan. Fakta lagi yang dijelaskan petugas UDD bahwa 1 kantong darah apheresis ini sama dengan 10 kantor darah biasa. Darah apheresis lebih berkualitas dan sudah melalui proses filterisasi.

Mesin Donor Darah Apheresis

Namun yang perlu diperhatikan adalah donor ini tidak bisa di stock. Dalam artian, donor dilakukan ketika ada permintaan. Umumnya pasien yang membutuhkan darah ini adalah yang memiliki penyakit berat seperti kanker atau penyakit lainnya. Jadi jika ada pasien yang membutuhkan baru segera dicarikan pendonornya.

Tidak perlu takut untuk melakukan donor ini. Malah teman – teman yang melakukannya lebih mulia. Teman – teman yang mendonorkan trombosit melalui mekanisme apheresis, jumlah trombosisnya bisa pulih 100 persen dalam waktu 2 kali 24 jam. Itu makanya, donor apheresis bisa melakukan donor minimal dua minggu sekali.

Syarat melakukan donor darah apheresis :

  1. Pernah melakukan donor whole blood
  2. Interval donor minimal 2 minggu
  3. Berat badan minimal 55-60 kg
  4. Trombosit minimal 200
  5. Leukosit minimal 6 – 8

Teman – teman tidak akan lolos screening apabila :

  1. Pernah menderita hepatitis B atau hepatitis C. Atau, dalam 6 bulan terakhir kontak erat dengan penderita hepatitis.
  2. Menderita tuberkulosis, sifilis, epilepsi, dan sering kejang.
  3. Ketergantungan obat atau alkohol yang akut atau kronis.
  4. Setahun terakhir pernah menjalani operasi besar atau operasi kecil.
  5. Baru menjalani injeksi tahap akhir imunisasi rabies terapeutik. Atau, baru saja menjalani transplantasi kulit, karena, dapat menyebabkan reaksi transfusi berupa demam sampai kejang (shock).
  6. Dua minggu terakhir menjalani vaksinasi virus hidup parotitis, measles, tetanus toksoid, polio, influenza, kolera, atau tetanus difteri. Sama dengan imunisasi di atas, vaksinasi dapat menyebabkan reaksi transfusi.
  7. Baru seminggu lalu terbebas dari gejala gangguan alergi, karena juga bisa menyebabkan reaksi transfusi.
  8. Sedang hamil atau baru saja melahirkan. Karena darah ibu sedang dibutuhkan untuk pertumbuhan bayi dan pemulihan.
  9. Tiga hari sebelumnya baru menjalani operasi gigi.
  10. Menderita penyakit kulit pada vena (pembuluh darah balik), khususnya pada lengan yang akan dipasangi jarum.
  11. Mengidap penyakit darah, misalnya defisiensi G6PD, talasemia, atau polisitemia vera.
  12. Penderita atau termasuk orang berisiko tinggi tertular HIV/AIDS.

Nah tunggu apa lagi ? ikutan donor darah aja yuk. Berbagi untuk sesama.

incoming search

cara donor darah di pmi untuk teman pekanbarudonor apheresis

Yuk tinggalkan jejakmu dan komentar ya