Thailand, Travel Story

Liburan Ke Phuket Thailand, Singkat Namun Awesome

Liburan Ke Phuket Thailand yang saya lakukan tepatnya 9 Maret 2016 merupakan hari yang tak terlupakan. Saya dan teman – teman jalan – jalan ke Phuket, Thailand. Padahal sempat kepikiran tidak jadi karena dapat izin atau tidak dari kantor. Sebelum membeli tiket kesini juga udah baca review dari sana sini. Dan dengan adanya tiket promo, keinginan untuk pergi pun tercapai. Sehingga peluang yang ada ini dapat tercapai.

Liburan ke Phuket – Journey

Perjalanan sendiri di mulai dari Pekanbaru, tempat saya tinggal. Untuk keberangkatan ke Phuket sendiri harus melalui Kuala Lumpur, karena dari bandara Pekanbaru tidak ada langsung ke Thailand ataupun Phuket. Jadi harus transit dan menunggu untuk sampai ke Phuket. Tepat pukul 10.00 WIB saat itu kita udah siap – siap di bandara untuk segera berangkat ke Kuala Lumpur. Tiket Kuala Lumpur – Phuket sendiri sudah kami siapkan dan tentunya jarak waktu juga sudah kami sesuaikan. Tidak sampai 1 jam sampai lah di Kuala Lumpur di Bandara KLIA2. Memang jauh banyak perubahan tidak seperti saya pertama kali ke Kuala Lumpur dulu, waktu masih di LCCT. Bandara yang sekarang besar, bikin capek karena harus berjalan kaki. Tapi itu tidak msalah karena waktu untuk berangkat ke Phuket sore pkl. 17.00 waktu Kuala Lumpur. Jadi bisa santai berjalan.

KLIA 2 Airport, Sepang, Malaysia

Setelah beberapa jam keliling KLIA2, makan dan menunggu, tibalah saatnya kami berangkat menuju Phuket menggunakan maskapai AirAsia. Perjalanan yang di butuhkan untuk menuju Phuket sekitar 1 jam. Jadi tidak ada waktu untuk tidur di pesawat. Walau ada delay sedikit sewaktu berangkat, namun tak lama kami sampai di Phuket Airport. Bandara ini tidak terlalu besar, namun cukup sibuk. Hal pertama yang saya lakukan sesampai disini adalah mengambil sim card True Move yang gratis. Ya.. gratis namun tetap harus diisi saldonya sehingga bisa digunakan. Kalau beli di bandara ternyata saldonya agak mahal, jadi sesuai yang saya baca- baca sebelumnya ada baiknya mengisi saldo/ pulsa di Seven Eleven.

liburan ke phuket
Phuket Airport, Foto by Google

Setelah mengambil sim card saya selanjutnya menghubungi Mas Warsono atau yang lebih di kenal mas noni melalui Line (noniphuket). Sudah banyak juga yang menggunakan jasa mas ini. Saya wara wiri baca reviewnya di kaskus mengenai mas ini sebelumnya. Ada sih yang lain, yang orang Thailand asli malah, tapi demi kelancaran bahasa saya gunain jasa mas ini. Saya menggunakan jasa mas Noni untuk transfer saya dan teman – teman dari bandara ke hotel di daerah Patong. Untuk biaya transfer mobil mini van waktu itu sekitar 750 bath. Ya kalau di bagi bersama teman – teman per orangnya jadi murah. Jarak tempuh sekitar 1 – 1,5 jam sampai ke hotel tempat kami menginap.

Salah satu kamar hotel Patong Budget Room tempat kami menginap

Sekitar pkl 21.00 WIB/ Bangkok, kami sampai di hotel tempat kami menginap, tepatnya Budget Room Hotel Patong. Letak hotel ini sendiri dekat dengan pusat keramaian Bangla Road. Malam itu juga setelah istirahat beberapa saat kami langsung menuju lokasi tersebut. Seperti yang kami dapat dari informasi sebelum berangkat ke Phuket, disini memang susah membedakan mana yang wanita mana yang pria. Dan yang paling penting, hindari untuk berfoto dengan para ladyboy di Phuket. Karena mereka bisa mematok harga tertentu untuk berfoto mereka. Bahkan pada saat saya berkeliling disana ada turis Korea yang terjebak berfoto bersama ladyboy.

Bangla Road, Patong

Bangla Road berlokasi di tengah-tengah kawasan Patong Beach, atau bisa dikatakan mirip dengan kawasan Legian di Bali. Selain itu di tempat ini kendaraan tidak boleh masuk, jadi memang murni orang – orang saja yang berkeliaran di jalan ini. Umumnya di Bangla Road ini menawarkan berbagai macam atraksi ataupun kegiatan – kegiatan yang menawarkan keseksian. Kalau bawa anak kecil atau memakai hijab yang dalam rasanya lokasi ini ga tepat dan tidak di rekomendasikan.

Suasana Malam di Patong Beach

Puas berkeliling di sekitar Bangla Road, kami lanjutkan bermain di pantai Patong/ Patong Beach. Ternyata dilokasi ini juga padat. Banyak wisatawan yang menggelar tikar untuk menikmati suasana pantai. Angin yang sepoy – sepoy menambah kenyamanan bersama di pantai Patong. Setelah puas bermain, kami lalu balik ke hotel untuk istirahat, karena keesokan paginya kami harus menjelajahi tur Phi- Phi Island bersama mas Warsono. Untuk tur ke Phi- Phi kami membayar sekitar 1200 bath. Dan tentu saja tujuan kami adalah Phi- Phi Island. Untuk cerita selanjutnya baca Liburan Ke Phuket, Singkat Namun Awesome Part II

 

Yuk tinggalkan jejakmu dan komentar ya