Yap, seru !! ungkapan kebahagiaan saat akhirnya saya dan beberapa teman dari Blogger Pekanbaru bisa mengikuti event keren Keretapi Sarong 2019 di Kuala Lumpur Malaysia. Penantian beberapa bulan dan rasa penasaran yang tinggi kami akhirnya menjadi kenyataan.

Jujur selama ini pun, saat traveling jarang sekali ikutan acara – acara lokal, ataupun event yang memang mengundang decak kagum. Maklum saja, kadang kala saya liburan mengejar waktu  sama halnya sewaktu mencuri waktu untuk bisa liburan ke Penang, sehingga ada beberapa titik atau destinasi yang memang harus digesa kunjungannya. Dan alhamdulillahnya, pada kunjungan saya ke Malaysia untuk kesekian kalinya saya berhasil mengikuti kegiatan keren ini.

Tentang Keretapi Sarong

Kegiatan ini berawal atau merupakan sebuah kegiatan flashmob yang diadakan tiap tahunnya dimana terinspirasi oleh gerakan “No Pants Subway” yang saat itu diadakan di New York. Event ini sendiri pertama kali diselenggarakan pada tahun 2012 lalu, dimana masyarakat dengan menggunakan sarong (sarung) berbagai model, warna dan gaya kemudian dibawa ke dalam atau naik transportasi umum seperti LRT ataupun MRT. Tujuannya untuk menyatukan dan menggalakkan pengguna transportasi umum dan juga untuk melestarikan pakaian tradisional lokal seperti sarung.

Biasanya, acara dimulai dari LRT/MRT station yang sudah ditentukan sebelumnya menuju ke sebuah lokasi rahasia. Serunya ketika warga sedang dalam perjalanan menuju titik rahasia, panitia mengajak warga yang hadir untuk ikutan melakukan berbagai aktifitas kebersamaan yang seru, bernyanyi bersama lagu – lagu tradisional sambil berjoget dan bergoyang, berlomba menjawab kuis, berbalas pantun dan berbagai kegiatan seru lainnya.

Rasa Sayang salah satu lagu tradisional yang dinyanyikan

Meskipun event ini sempat terhenti setelah tahun 2014 karena para penggagasnya sudah pada sibuk dengan kehidupan pribadi, tetapi acara keren ini kembali dilanjutkan pada tahun 2017 dan 2018 kemarin oleh LOCCO (Local Companion) dimana NGO ini merupakan sebuah komunitas yang peduli seni budaya di Malaysia. Dan pada tahun 2019, komunitas ini kembali mengadakan Keretapi Sarong 2019 pada 16 September kemarin.

Acara ini sendiri memiliki visi untuk menumbuhkan semangat persatuan walaupun kita adalah bangsa dari banyak suku, ras dan agama. Alasan sarung sendiri dipilih karena memang merupakan budaya dan gaya asli yang dimiliki oleh banyak orang di negara tetangga ini. Nah, di dalam hubungannya dengan “ASEAN Year of Culture”, event ini dipilih oleh Departemen Pariwisata, Seni & Budaya Hubungan Internasional (Budaya) Malaysia untuk mewakili dan mempromosikan persamaan identitas ASEAN – budaya penggunaan sarung.

Pesan lainnya adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat umun tentang sistem transportasi umum Malaysia. Misi kegiatan ini juga untuk meningkatkan tingkat penggunaan layanan kereta api sebagai transportasi umum di sekitar Lembah Klang, menurunkan jejak karbon di kota, dan pada saat yang sama berusahan mendidik masyarakat umum tentang penggunaan sarung sebagai warisan.

Serunya Flashmob Menggunakan Sarung

Jika selama ini ketika berkunjung ke Kuala Lumpur selalu menginap di dekat pusat keramaian, kali ini saya mencoba menginap di kawasan Subang. Saya bersama teman – teman menginap di Hotel De Art Subang, meski memang sedikit jauh dari pusat keramaiannya. Pagi – pagi banget, saya dan yang lain sudah bersiap – siap untuk segera berangkat ke acara ini, karena memang pukul 09.00 waktu Malaysia kami sudah harus berada di titik kumpul terdekat yaitu Subang Jaya LRT Station (stasiun). Iya, Subang Jaya merupakan salah satu titik kumpul dari 5 stasiun/ titik kumpul lainnya yaitu LRT Gombak (laluan Kelana Jaya), Ampang (laluan Ampang), Bandar Utama dan Kajang (laluan SBK).

keretapi sarong 2019

Di Stasiun Subang Jaya

Karena kami memang menggunakan sarung, akhirnya kami urung berjalan kaki ke LRT terdekat (LRT USJ21) dari pada basah oleh keringat, kami menggunakan grab untuk bisa sampai di Subang Jaya LRT Station. 10 Menit perjalanan akhirnya kami sampai di Subang Jaya. Walaupun kabut asap dari negara kami sampai di Malaysia, tak mengurangi niat warga untuk mengikuti Keretapi Sarong 2019 ini. Tampak terlihat ramai dengan berbagai busana melayu yang dibarengi dengan penggunaan kain sarung dan tampak pula banyak bendera malaysia berkibar dengan gagahnya. Hampir semua warga ikut turun mengikuti event ini, tua muda, keluarga besar, berbeda etnis dan agama semuanya berbaur menjadi satu menggunakan sarung. Tampak juga beberapa panitia atau sukarelawan dengan kaos yang berbeda membagikan bendera Malaysia dan beberapa media kit.

Selang beberapa waktu setelah kami mendokumentasikan kegiatan kami, beberapa kumpulan warga mulai menyanyikan beberapa buah lagu. Memang lagu – lagu tradisional teman – teman di Malaysia ini tak semuanya saya pahami dan pernah dengar. Sambil menyanyi lalu dilanjutkan dengan berjoget yang diikuti hampir semua warga yang antusias mengikuti acara ini. Dan mereka percaya diri, tidak ada rasa malu semua larut dalam kegembiraan.

Di dalam LRT

Jam sudah menunjukan pukul sembilan lebih, akhirnya kami diarahkan panitia untuk segera melanjutkan perjalanan ke titik kumpul selanjutnya, yaitu Masjid Jamek Station. Lokasi ini sendiri merupakan titik kumpul utama sebelum titik rahasia. Saya masih menduga – duga sebelumnya apakah titik rahasia yang dimaksud adalah “Dataran Merdeka”. Sejenak saya berpikir lalu buyar karena di dalam LRT, warga yang ramai tadi kembali bernyanyi lagu – lagu tradisional. Tetapi kali ini saya tau lagu yang dinyanyikan sehingga saya ikut menyanyikan. Sebut saja Rasa Sayang yang memang juga sering dinyanyikan masyarakat yang ada di Indonesia. Ada juga lagu lainnya yang saya kenal seperti Burung Kakak Tua, Gelang Sipaku Gelang dan Chan Mali Chan. Sisanya ? saya ga tau lagunya alias baru dengar, sehingga saya tidak bisa ikut bernyanyi bersama. Oh iya ada juga kuis di dalam kereta dengan hadiah yang menarik juga.

Kumpul di Masjid Jamek

Tak lama, akhirnya kami sampai di stasiun Masjid Jamek, dimana sudah terlihat sesak dan ramai oleh para warga yang hadir. Lagi – lagi beberapa kumpulan mulai bernyanyi dan berjoget sehingga membuat kerumunan warga menjadi lebih meriah. Tepat di depan Masjid Jamek, kami lalu berhenti dan kembali mulai menyanyikan beberapa lagu dan yel – yel dan yang seru “Dikir barat”. Terdengar keras “Kita Malaysia” yang membuat saya semakin salut dengan warganya yang kompak. Nah dari lokasi inilah akhirnya diumumkan jika secret location sesuai dengan tebakan saya. Dataran Merdeka yang memang sudah saya prediksi sebelumnya. Di titik inilah semua warga dari penjuru berkumpul bersama dan bersuka ria. Bukan cuma warga juga sih, wakil Menteri Pariwisata, Seni dan Budaya Malaysia juga turut hadir ke lapangan juga berbaur bersama warga.

keretapi sarong 2019

Berkumpul di Dataran Merdeka

Setelah sampai di Dataran Merdeka, ternyata sudah sangat ramai. Panggung, tenda – tenda sponsor juga berbagai elemen masyarakat hadir bersama. Ada juga yang menggunakan cosplay atau pakaian – pakaian unik seperti Spiderman, Sponge Bob, atau yang paling buat saya ngakak “Dinosaurus” yang masing – masing menggunakan sarung dan ikut diperlombakan sebagai fashion terbaik dalam acara Keretapi Sarong 2019. Kami di arahkan untuk berkumpul di depan panggung yang sudah tersedia. Karena lanjutan acara ada di lokasi ini, dengan berbagai nyanyian, goyang bersama, serta ikrar dan janji bersama warga Malaysia. Disini pula saya bersama teman – teman ikut berjoget, walau entah apa nama goyangan yang saya lakukan. Toh tidak ada yang peduli, semua larut dalam kegembiraan yang memang sangat jarang saya temui di kota kelahiran saya. Bersama teman – teman, saya larut dalam kebahagian bahwa penantian selama ini untuk bisa mengikuti secara langsung tidak sia – sia. Kebahagian yang mungkin tidak bisa dinikmati setiap orang, saya bangga bisa diberikan kesempatan dan hadir.

dinosaurus di keretapi sarong 2019

Dengan menggunakan kostum Dino

Perasaan bahagia ini tentunya juga dirasakan semua warga yang hadir. Dari informasi panitia, total 4000an orang hadir dalam acara ini. Ada yang dari berbagai daerah yang ada di Malaysia, para traveler yang berasal dari berbagai negara di Asia, Arab, Turki dan tak ketinggalan INDONESIA. Patut di contoh, karena kata pak wakil menteri, kegiatan ini mencerminkan keragaman budaya dan persatuan di antara orang Malaysia dalam merayakan Hari Malaysia.

Berfoto bersama teman – teman blogger Pekanbaru dan Bang Shamsul Bahrine Zainuzzaman

 

keretapisarong 2019

Berfoto bersama blogger kondang bang Salman

Semoga tahun depan saya diberikan kesempatan untuk bisa kembali di acara hari jadi Malaysia ini. Setiap tanggal 16 September Keretapi Sarong siap menggebrak di Hari Jadi Malaysia. Terima kasih sebesar – besarnya kepada bang Shamsul Bahrine Zainuzzaman (@sharmsoul) dan team LOCCO yang sudah memberikan kami kesempatan besar untuk mengikuti berbagai kegiatan selama di Malaysia. Terima kasih juga karena sudah terpilih mendapatkan Participants Prizes dalam Sarong Challenge Oh iya teman – teman pembaca, kalau ada kesempatan lagi untuk tahun depan, pada mau ikutan ngga di kalender 2020 ?  Selamat hari Jadi Malaysia.

Summary
Review Date
Reviewed Item
Keretapi Sarong 2019
Author Rating
51star1star1star1star1star