Tempat Wisata di Semarang, Klenteng Sam Poo Kong

tempat wisata di semarang

Berbicara tentang tempat wisata di Semarang tentunya ada banyak destinasi yang bisa kita tuju. Sebut saja Lawang Sewu yang terkenal, pantai Tirang yang indah, La Kana Chapel dan berbagai tempat menarik lainnya. Apalagi Semarang adalah sebuah kota yang serupa dengan wisata budayanya. ada salah satu lokasi wisata yang harus kamu datangi ketika berliburan di kota ini yaitu Sam Poo Kong.

Sam Poo Kong Semarang merupakan klenteng, sebuah fakta nyata datangnya Laksamana Cheng Ho di Jawa Tengah yang diperkuat oleh adanya sebuah patung Sang Jenderal yang memiliki ketinggian 10 meter. Ini merupakan patung yang terbesar di Asia Tenggara.

Sebelum menjelaskan lebih lanjut, jika kamu berencana menginap di hostel saat di kota Semarang, jangan lupa baca tips menginap di hostel untuk pertama kali.

Tempat Wisata di Semarang, Klenteng Sam Poo Kong dan Legenda Laksamana Cheng Ho.

tempat wisata di semarang
Klenteng Sam Koo Pong – shutterstock

Sam Poo Kong yang merupakan klenteng ini tak lain adalah landasan atau bisa dikatakan merupakan bekas tempat persinggahan dan pendaratan Laksamana Cheng Ho (Zheng He) pertama kali. Cheng Ho sendiri adalah seorang Laksamana Tiongkok islam pertama yang berhasil menjejakkan kedua kakinya di Jawa Tengah. Bangunan sejarah ini berlokasi di kawasan Simongan yang tidak jauh dari lapangan terbah Ahmad Yani Semarang. Uniknya oleh masyarakat Indonesia yang keturunan Tionghoa, tempat ini dipercaya sebagai sebuah kelenteng karena bentuk arsitekturnya memiliki gaya kontruksi bangunan cina sehingga tempat wisata di Semarang ini sering dijadikan sebagai destinasi peringatan dan pemujaan. Selain itu tempat ini juga kerap dijadikan sebagai tempat bersembahyang dan untuk berziarah. Demi mendukung kegiatan peribadatan, di antara satu gua batu yang terdapat di Sam Poo Kong dibangun altar dan diletakkan patung Sam Po Tay Djien.

Patung dengan tinggi 10 meter – shutterstock

Dari berbagai bentuk bukti dan cerita sejarah mengenai tempat ini, diketahui jika Laksamana Cheng Ho adalah seorang pengelana dari daratan Cina yang memeluk agama Islam. Tetapi sebagian masyarakat di Indonesia yang keturunan Tionghoa menganggapnya dewa, apalagi yang tinggal di sekitar Kota Semarang dan sekitarnya.

Baca Juga  Offroad di Gunung Merapi, Seru Banget !

Berlabuhnya Laksamana Cheng Ho lantaran ada banyak awak kapal yang jatuh sakit pada saat melewati perairan laut jawa, yang akibatnya terpaksa memutuskan untuk segera merapat ke daratan. Pada saat itu lokasi rombongan awak kapal Laksamana Cheng Ho melakukan peristirahatan adalah di pantai utara Semarang. Demi keamanan, awak kapal beserta rombongan berlindung di dalam sebuah Goa yang otomatis menjadi tempat peristirahatan dan pemulihan sementara. Agar terus bisa beribadah, Laksamana Cheng Ho menugasi rombongan dan awak untuk mendirikan sebuah masjid di pinggir pantai yang pada saat ini dikenal masyarakat sebagai Klenteng Agung Sam Poo Kong.

Tetapi karena harus tetap melanjutkan perjalanan, Laksamana Chengho beserta rombongan awak yang sudah membaik akhirnya meninggalkan Semarang. Sebagian awak terpaksa tinggal di desa Simongan. Pada akhirnya awak kapal atau rombongan yang tinggal ini pun menikah dengan masyarakat setempat. Untuk informasi, sebelum meninggalkan klenteng ini, Laksaman sempat lebih dahulu mengajarkan bagaimana tata cara bercocok tanam seraya menyebarkan agama Islam bagi warga sekitar.

 

Uniknya Kontruksi Kelenteng Sam Poo Kong Semarang

Warna Merah pada Kontruksi – shutterstock

Bentuk dan kontruksi bangunan meliputi desain, warna, dan corak bangunan secara keseluruhan memuat nuansa warna merah jati diri bangunan China pada umumnya. Di klenteng ini juga banyak terdapat lampion berwarna merah meriah dan juga banyak pepohonan hijau persis pada pintu masuknya. Di Sam Poo Kong juga memiliki sebuah Goa Batu yang dipercayai sebagai lokasi yang dulu digunakan oleh Laksamana Cheng Ho dan awak kapalnya.

Indahnya Sam Poo Kong pada Malam Hari – shutterstock

Namun ada berbagai cerita yang mengatakan bahwa goa asli yang menjadi markas Laksamana dan awaknya telah tertimbum oleh tanah longsong yang terjadi sekitar tahun 1700-an lalu. Tetapi sebagai bentuk penghormatan terhadap laksamana, oleh warga di sekitar goa dibangun kembali. Selanjutnya, goa yang menjadi bagian ruangan inti keleteng ini pun dibangun Patung Cheng Ho berlapis emas. Tak hanya itu, pada dinding – dinding goa juga dibuat ukiran yang mendeskripsikan bagaimana perjalanan Laksamana dari daratan China hingga bisa sampai ke Semarang serta yang dilakukan kepada masyarakat waktu itu.

Baca Juga  Download Kalender 2019 Indonesia Beserta Liburan Kejepit
Sam Poo Kong dibawah terang bulan – shutterstock

Klenteng Sam Poo Kong Semarang yang kini menjadi sebuah tempat pemujaan dan menjadi tempat wisata di Semarang terdiri dari beberapa bagian diantaranya:

  1. Kuil Thao Tee Kong untuk pemujaan kepada Dewa Bumi. Di destinasi ini pada umumnya para peziarah datang untuk memohon meminta berkah dan juga keselamatan.
  2. Kuil Kyai Juru Mudi yaitu merupakan makam juru kemudi kapal Laksamana Cheng Ho yang saat itu meninggal dan dikuburkan di lokasi itu.
  3. Kuil Kyai Jangkar adalah lokasi penyimpanan jangkar asli dari kapal Laksamana yang kini telah dihias dengan berbagai kain yang memiliki warna merah spesifik adat China. Lokasi pemujaan yang satu ini acap kali digunakan untuk mendoakan arwah Ho Ping atau sering juga disebut arwah yang tidak memiliki dan keluarganya tidak diketahui sehingga mendapatkan tempat di alam baka.
  4. Kuil Kyai Cundrik Bumi yang digunakan sebagai tempat penyimpanan barang persenjataan yang digunakan para awak kapal Laksamana Cheng Ho.
  5. Kuil Kyai dan Nyai Tumpeng merupakan lokasi penyimpanan makanan rombongan Laksamana.

Apabila teman – teman berniat berkunjung ke tempat wisata di Semarang Klenteng Sam Poo Kong dengan niat jalan – jalan atau berwisata, kemungkinan besar kamu tidak bisa masuk ke dalam 5 area kuil diatas karena pada area tersebut digunakan bagi yang ingin melaksanakan peribadatan.

Ada berbagai atraksi – shutterstock

Selain bisa menikmati suasana dan kondisi di klenteng Sam Poo Kong, kamu juga bisa ikut menjajal berbagai atraksi kesenian seperti tarian unik dan khas China, mencoba barongsai juga berbagai kesenian lain yang dilaksanakan untuk memperingati hari bersejarah dalam budaya China. Kamu juga bisa mengabadikan momen di Sam Poo Kong dengan menyewa pakaian adat khas China yang tersedia di dekat loket utama. Ada banyak pilihan pakaian yang bisa dicoba, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Baca Juga  Liburan Ke Bogor ? Cobain Tempat Wisata Alam Ini

Waktu yang tepat untuk bisa menikmati atraksi – atraksi tersebut adalah  pada bulan Agustus dimana biasanya akan digelar festival dalam rangka merayakan kedatangan Cheng Ho ke kota Semarang. Tak hanya itu, perayaan juga digelar pada hari besar seperti Imlek. Tapi jika kamu ingin hari biasa, datang pada sore hari biar foto yang kamu dapatkan lebih cakep.

Jika kamu tertarik untuk melakukan perjalanan wisata di klenteng Sam Poo Kong kamu bisa terbang langsung ke Semarang dengan menggunakan pesawat terbang dari Jakarta. Tetapi jika saat ini pesawat lebih mahal bisa menggunakan alternatif lainnya dengan jalan darat menggunakan layanan bus antar kota untuk menuju kota Semarang. Kamu bisa pesan tiket bus Lorena, Jakarta Semarang tentunya petualangan hingga sampai di destinasi ini ditempuh dalam kurun waktu 13-14 jam. Jangan lupa untuk segera lihat kalender 2019, dan cari waktu liburan.

Mudah – mudahan artikel ini berguna ya, kalau teman – teman mau hemat saat berliburan bisa baca artikel Cara traveling hemat versi a-pradana.net.

6 Replies to “Tempat Wisata di Semarang, Klenteng Sam Poo Kong”

  1. Selalu menyesal klo ngeliat postingan tentang Sam Poo Kong bgni nih, karena dulu sering bgt main ke Semarang tp gak pernah sekalipun kesini hiks.

    1. ulangi lagi mas joeee 😀

  2. Bunda tuh suka sekali nonton film2 Cina yg super klasik, jd kl ada kesempatan ke Semarang lg pasti tujuan utama wisata ke Klenteng Sam Poo Kong dooonk. Thank you 4sharing.

    1. wah iya, bisa langsung cobaian pakaiannya juga

  3. Jadi awalnya rombongan cuma mampir berisitirahat sejenak dan membangun masjid di situ ya. Tapi berarti sekarang masjidnya udah berubah lagi jadi kuil ya? Pabalieut ya, hahaha…

    Pasti nilai sejarahnya sangat tinggi ya, makanya dijaga dengan sangat baik sampe detik ini.. nice sharing mas

    1. iya mas, dari wikipedia gitu

Jalin silaturahmi yuk :D , kalau ga keliatan harus di approve