Menelusuri Jejak Wisata Sejarah Melayu Riau di Istana Sayap Pelalawan

Menelusuri Jejak Wisata Sejarah Melayu Riau di Istana Sayap Pelalawan

Sebagai seorang traveler yang lahir dan besar di Provinsi Riau, tak lengkap rasanya jika saya belum menilik peninggalan sejarah dan budaya Melayu di tanah kelahiran saya sendiri. Tak jauh dari pusat kota Pelalawan, berdiri tegak Istana Sayap yang telah mencuri perhatian saya sejak lama.

Istana Sayap merupakan salah satu jejak sejarah kerajaan Melayu yang sempat diterjang bencana kebakaran, namun akhirnya bisa kembali kokoh sampai saat ini. Bagi yang belum tahu, Provinsi Riau terkenal dengan kesultanan Melayu yang gemilang di masa lampau, yang paling terkenal adalah Kerajaan Indragiri yang berkuasa sejak 1658-1838. Kerajaan lainnya yang tercatat dalam sejarah yakni Kerajaan Pelalawan, Kerajaan Riau Lingga, Kerajaan Siak dan beberapa kerajaan kecil lainnya.

Nah, Istana Sayap merupakan peninggalan Kerajaan Pelalawan yang terus diberdayakan dan menjadi salah satu objek sejarah yang penting di Kabupaten Pelalawan. Menjadi saksi peradaban Melayu lebih  dari 100 tahun lamanya, siapa sangka istana ini menyimpan berbagai cerita dan tantangan untuk dapat berdiri kokoh.

Sejarah Berdirinya Istana Sayap Pelalawan, Riau

Menelusuri Jejak Wisata Sejarah Melayu Riau di Istana Sayap Pelalawan
Foto dari udara. Cr: instagram/@pilotdroneriau

Istana Sayap Pelalawan dibangun pada masa kekuasaan Sultan ke-7 Pelalawan Baru atau yang dikenal dengan nama Tengkoe Besaar Sontol Said Ali (1886 – 1892 M). Dalam proses pengerjaannya, pembangunan Istana ini sempat terhenti karena Sultan meninggal dunia dan kemudian terus dilanjutkan hingga selesai pada masa kekuasaan Sultan Tengkoe Besaar Syarif Hasyim II (1892 – 1930 M).

Asal mula nama Istana Sayap berawal dari rencana Sultan Said Ali untuk memindahkan Istananya dari muara Sungai Rasau ke pinggir Sungai Kampar. Nah, karena berada di ujung sungai, Istana ini pernah disebut dengan Istana Ujung Pantai.

Belum masa pembangunan, Sultan Said Ali harus tutup usia. Proses pengerjaan istana ini akhirnya diteruskan Sultan Syarif Hasyim II dan akhirnya rampung pada 1896. Sejak saat itu, pusat pemerintahan Kerajaan Pelalawan berada di pinggir Sungai Kampar yang sekarang menjadi Desa Pelalawan.

Pada proses akhir, dua bangunan tambahan didirikan di sisi kiri dan kanan bangunan utama. Konstruksi di Kanan Istana (sebelah hulu) dinamakan “Balai Sayap Hulu” yang berguna sebagai tempat untuk Kantor Sultan, sedangkan konstruksi bangunan kiri Istana (sebelah hilir) disebut “Balai Hilir” yang digunakan sebagai Balai Penghadapan untuk seluruh Rakyat Pelalawan saat itu. Bangunan-bangunan inilah yang membuat Istana seperti memiliki sayap. Lambat laun Istana ini disebut sebagai Istana Sayap hingga sekarang.

Kegunaan Istana Sayap

Menelusuri Jejak Wisata Sejarah Melayu Riau di Istana Sayap Pelalawan
Komplek Istana

Pada masanya, Istana Sayap Pelalawan digunakan sebagai rumah dan tempat singgasana Sultan yang menjabat. Istana ini dibangun di dekat sungai, yang pada saat itu menjadi lokasi strategis untuk pusat kegiatan dagang dan berbagai kegiatan masyarakat.

Baca Juga  Air Terjun Batang Marambuang - Sisi Lain Malalak

Untuk diketahui, Istana megah ini luasnya mencapai 2 hektare dan  disokong empat tiang beratap limas.Tiang-tiang ini  menjadi ikon dari Kerajaan Pelalawan yang pada saat itu memiliki 4 orang wakil.  Adapun bagian dari istana ini memiliki kegunaan yang berbeda-beda :

1. Bangunan Utama Kerajaan

Bangunan induk kerajaan yang disebut juga sebagai balai penghadapan, digunakan sebagai tempat untuk para tamu ataupun warga yang ingin berjumpa dan menghadap raja. Bangunan ini memiliki warna khas melayu yaitu kuning dan dilengkapi berbagai pola, motif dan ukiran-ukiran khas Melayu Riau. Tak hanya itu, bangunan utama juga mempunyai tangga dengan bentuk melengkung.

Saat ini bangunan kerajaan induk ini digunakan untuk menyimpan berbagai barang sejarah peninggalan dari kerajaan melayu ini. Di dalamnya ada keris, payung sultan, tombak, lukisan-lukisan, dan barang tinggalan lainnya.

2. Bangunan Balai Panca Persada (Sayap Kiri)

Bangunan ini terletak pada sisi kiri bangunan utama dengan warna hijau. Bangunan ini digunakan untuk melakukan berbagai kegiatan. Umumnya, balai di Istana Sayap ini digunakan untuk tempat melakukan musyawarah masyarakat dan pertemuan-pertemuan lainnya.

3. Bangunan Balai Rung Sari (Sayap Kanan)

Tak jauh berbeda dengan Balai Panca Persada, Balai Rung Sari juga digunakan sebagai tempat untuk melakukan musyawarah dan untuk memutus perkara terkait berbagai urusan masyarakat. Balai Istana yang bagian kanan ini juga digunakan sebagai galeri seni yang cukup menarik perhatian para pengunjung.

Pemugaran Pertama untuk Melestarikan Peninggalan Budaya Riau

Menelusuri Jejak Wisata Sejarah Melayu Riau di Istana Sayap Pelalawan
Bangunan sebelum terjadinya kebakaran. Cr: riaudailyphoto.com

Bagi yang belum tahu, istana megah ini telah melalui dua kali pemugaran untuk tetap menjaga fungsinya sebagai objek sejarah yang vital di Tanah Pelalawan. PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP), unit usaha Grup APRIL ikut membantu mengembangkan potensi destinasi wisata sekaligus melestarikan sejarah dengan membantu pemugaran pertama istana ini pada 2003.

Beroperasi di Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, RAPP ini mengucurkan dana sekitar Rp10,3 miliar untuk merstorasi istana dan kompleks sekitarnya.

Pemugaran dan restorasi kompleks Istana Sayap menjadi kontribusi perusahaan penghasil pulp dan kertas ini dalam melestarikan peninggalan budaya sekaligus memajukan pariwisata daerah. Dengan selesainya restorasi Istana Sayap ini, PT. RAPP lalu menyerahkan pengelolaannya pada tahun 2009 kepada Pemerintah Kabupaten Pelalawan.

Kebakaran Istana Sayap

Pada tahun 2012, masyarakat Pelalawan dikejutkan dengan kabar hangusnya Istana Sayap akibat kebakaran. Sebagian besar bangunan istana mengalami kerusakan, berbagai peninggalan hancur menjadi abu, namun untunglah tak ada korban jiwa dalam bencana ini.

Baca Juga  Air Terjun Lubuak Bulan, Pesona Indah dari Lima Puluh Kota

Penyebab kebakaran pun simpang siur, ada yang mengatakan diakibatkan oleh Trafo yang meledak. Ada juga orang yang menganggap bahwa kebakaran terjadi akibat sambaran oleh petir. Namun yang pasti, kebakaran menyebabkan kerugian yang besar karena hilangnya banyak barang sejarah bernilai tinggi yang menjadi identitas budaya masyarakat Melayu di Pelalawan selama ini.

Pemugaran Kedua Istana Sayap, Kokoh hingga Kini

Pemerintah Kabupaten Pelalawan sepakat melanjutkan fungsi Istana Sayap sebagai objek sejarah yang penting dengan melakukan pemugaran yang kedua pasca kebakaran hebat melanda.

Sejak 2014, pemerintah daerah membangun kembali bangunan istana yang sudah hancur tersebut melalui proyek multiyears. Istana Sayap dibangun kembali dengan kedua sayapnya yang ikonik. Istana ini juga dipenuhi dengan berbagai ukiran yang sangat mengesankan. Ukiran-ukiran ini sangat identik dengan simbol melayu. Tak lupa seluruh barang bersejarah yang masih tersisa diambil kembali untuk dipajang di dalam Istana.

Pengelolaannya langsung melalui Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (DISPARBUDPORA) Kabupaten Pelalawan. Saat ini, Istana megah ini menjadi salah satu destinasi wisata yang banyak dipilih masyarakat karena bisa berwisata sambil mengenal sejarah Melayu di Pelalawan dengan baik.

Menelusuri Jejak Wisata Sejarah Melayu Riau di Istana Sayap Pelalawan
Istana Sayap Pelalawan Kini. Cr. Riaumagz.com

Panduan Melakukan Wisata ke Istana Sayap

Menelusuri Jejak Wisata Sejarah Melayu Riau di Istana Sayap Pelalawan

Apakah kamu ingin berkunjung ke Istana Sayap? Untuk ke sana bawalah kamera agar bisa memotret berbagai ornamen bersejarah di sana. Kemudian akan lebih baik jika kamu menggunakan kendaraan pribadi berupa mobil atau motor.

Dengan menggunakan kendaraan pribadi kamu bisa menikmati Istana ini dengan lebih puas. Untuk jalurnya, kamu bisa berangkat dari ibu kota Pelalawan yaitu di Pangkalan Kerinci. Kemudian kamu bisa memilih jalur kompleks PT RAPP atau melalui Jalan Lintas Timur yang mengarak ke daerah Siak.

Kalau kamu melewati jalur yang pertama harus mencari izin terlebih dahulu sehingga urusannya cukup ribet. Jadi, banyak wisatawan yang memilih menggunakan jalan Lintar Timur.

Saran untuk Traveler yang Ingin Ikut Melestarikan Istana Sayap

Menelusuri Jejak Wisata Sejarah Melayu Riau di Istana Sayap Pelalawan
Meriam peninggalan. Cr: Riaumagz.com

Nah, pada bagian terakhir ini ada beberapa saran bagi traveler khususnya buat kamu! Sebagai manusia yang hidup di negara yang kaya dengan sejarah, ansebaiknya kita juga ikutdil untuk melestarikan identitas bangsa ini. Jika kamu ke sana, cukup dengan tidak membuang sampah sembarangan, mengikuti peraturan yang berlaku, dan juga jangan merokok.

Kejadian kebakaran yang terjadi sebelumnya membuat banyak orang sedih dan membutuhkan biaya yang besar untuk memperbaikinya. Jangan sampai bencana seperti tahun 2012 kemarin terjadi lagi karena kita tidak ingin menjadi bangsa yang meninggalkan sejarah.

Kita juga dapat meniru  PT. RAPP yang peduli turut melestarikan peninggalan sejarah melayu Riau ini meski akhirnya harus berujung pada pemugaran kedua akibat bencana kebakaran. Berbagai dukungan dan kontribusi perusahan penghasil kertas merk “PaperOne” ini signifikan untuk mendukung pariwisata dan kemajuan kawasan setempat, utamanya mendukung Riau sebagai destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya.

Menelusuri Jejak Wisata Sejarah Melayu Riau di Istana Sayap Pelalawan
Foto via udara 2019. Cr. instagram/pilotdroneriau

Tak hanya mendukung pemugaran Istana Sayap, kontribusi lainnya yang telah diberikan PT RAPP untuk kemajuan pariwisata Riau yaitu dukungan dalam pemugaran Istana Peraduan Siak hingga dukungan pariwisata melalui festival lomba perahu dayung yang telah berusia 115 tahun, Pacu Jalur. Diharapkan upaya ini dapat mendatangkan wisatawan nasional maupun internasional yang lebih banyak lagi ke Bumi Lancang Kuning, sehingga perekonomian rakyat pun akan terdampak.

Baca Juga  Pulau Sikuai, Pagang, dan Pulau Pamutusan

Dukungan ini juga merupakan bagian dari komitmen RAPP untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat, dalam hal ini mendorong pelestarian budaya dan pariwisata yang berkelanjutan yang pada ujungnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Pariwisata yang berkelanjutan menjadi salah satu tren yang digaungkan setelah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meluncurkan agenda global Tujuan Pembangunan Yang Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/ SDGs) pada 2015 lalu. Upaya melestarikan budaya dan pariwisata yang berkelanjutan ini sejalan dengan SDGs Nomor 11, Sustainable Cities and Communities. Salah satu targetnya yakni menguatkan upaya untuk melindungi dan menjaga warisan budaya dan alam dunia.

Tak bisa dipungkiri pada akhirnya pengembangan dan peningkatan destinasi pariwisata di mana pun pasti berujung pada bagaimana kontribusi, peran serta dan tanggung jawab pribadi kita masing-masing sebagai seorang traveler, turis, wisatawan, pelancong atau pengunjung sekalipun.

Sudah saatnya kita bersama-sama menghidupkan dan kembali mengembangkan industri pariwisata agar tetap bisa tumbuh secara berkelanjutan di tengah pandemi saat ini. Kita bisa meniru upaya bersama yang dilakukan swasta (RAPP) dan pemerintah, yang bahu membahu mengimplementasikan pariwisata yang berkelanjutan dengan tetap melestarikan budaya untuk generasi mendatang.

Agar mahligai megah dan menawan ini makin terawat, yuk ajak teman-teman kamu untuk berkunjung ke sana. Caranya mudah, tinggal foto kegiatanmu ke sini dan buat mereka tertarik. Semakin banyak yang datang akan semakin sadar akan pentingnya belajar sejarah.

Semoga tulisan dan informasi mengenai Istana Sayap Pelalawan yang menjadi salah satu peninggalan Melayu di Riau ini dapat bermanfaat. Warga negara yang baik adalah mereka yang tak melupakan sejarah di dalam negaranya, tak kan melayu hilang di bumi. Semoga Istana Sayap tetap berdiri tegak di tanah Riau agar kita semua dan anak cucu kita makin mengenal berbagai sejarah di tanah air. Tak lapuk dek hujan, tak lekang dek panas.


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *