Indonesia, Sumatera, Travel Story

Air Terjun Lubuak Bulan, Pesona Indah dari Lima Puluh Kota

Air terjun lubuak bulan merupakan destinasi trekking saya beberapa waktu lalu setelah saya menikmati air terjun Batang Nango. Walaupun Sumatera Barat memiliki segudang keindahan alamnya, namun masih banyak yang belum mengetahui keberadaan lokasi air terjun ini. Mungkin karena lokasi tempat yang tersembunyi ditambah kurang nya promosi akan tempat menarik yang satu ini. Padahal, lokasi ini masih alami dan cantik sekali. Air terjunnya jatuh dari atas atap gua dan aliran airnya seolah menghilang. Luar biasa…

Dinamakan Air Terjun Lubuak Bulan karena pada kucuran airnya jatuh ke ruang yang berupa cekungan batu dan berbentuk seperti bulan. Selain itu, aliran airnya yang jatuh ke bak ini tidak memiliki aliran air seperti sungai melainkan lenyap menghilang ke bawah kolam. Dari keterangan warga sekitar, fenomena ini dikarenakan dibawah lubuak itu ada semacam goa yang panjang yang langsung menyerap air jatuh tersebut. Air yang jatuh dari atas ini dapat di jumpai lagi kira – kira satu kilometer kehilir, dimana aliran tersebut mengalir kesawah – sawah penduduk.

Air Terjun Lubuak Bulan – Lokasi

Simpang Hulu Air, Sarilamak, Harau

Air terjun ini terletak di daerah Jorong Koto Tinggi kubang balambak, Kenagarian simpang kapuak, Kecamatan Mungka, Kabupaten Lima Puluh Kota, provinsi Sumatra Barat. Dari beberapa blog yang juga menjadi guide saya, biasanya traveller untuk menuju air terjun ini harus melewati Kota Payakumbuh lalu berjalan selama lebih kurang 4 jam menuju Kecamatan Mungka. Banyak petualan yang mengatakan jika melalui jalur ini dihadaptkan dengan medan yang tak lazim. Sebuah pendakian terjal panjang tanpa aspal dan licin. Selain itu, traveller juga dihadapkan dengan jalan tanah yang menanjak, berliku di tebing yang curam.

Berbeda dengan traveller lainnya, saya menuju lokasi indah ini dengan jalur yang berbeda. Jalur yang saya lewati adalah melalui simpang Hulu Air, Sarilamak, Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota. Karena saya dari Pekanbaru, tentu saja jalur ini merupakan jalur tercepat yang bisa saya lalui dari pada harus memutar melalui kota Payakumbuh. Seperti biasa saya menggunakan motor matic beat untuk ke lokasi.

Simpang Hulu Air yang merupakan simpang masuk menuju lokasi bisa di jumpai sebelum sampai kelok 9. Tepat di sebelah kanan kita bisa melihat papan petunjuk yang dibuat mahasiswa KKN sewaktu di desa ini. Jarak dari simpang ini untuk menuju lokasi adalah 15 KM atau dengan waktu 1 jam lebih. Awalnya perjalanan yang kami tempuh beralaskan aspal, namun belum sempat setengah perjalanan jalan berubah menjadi jalan tanah dan berbatu. Ditambah pada waktu sebelumnya hujan di lokasi ini. Sehingga menambah beban kami karena jalan yang licin mendaki.

Perlu tenaga ekstra untuk bisa sampai ke pintu air terjun. Beberapa kali kami harus turun dari motor agar bisa mendaki. Beberapa kali pula kami bertanya kepada warga sekitar dimana lokasi berada. Kami terus berjalan tanpa tau berapa lama lagi perjalanan harus ditempuh. Rasanya kami sudah melewati 15 Km, namun kenapa kami belum sampai dilokasi. Penuh harapan kami terus jalani dengan medan yang terjal. Sampai akhirnya kami bertanya kepada seorang anak – anak yang menujukan lokasi tujuan akhir kami. Dari sanalah kami melanjutkan perjalanan hingga sampai di pintu masuk wisata.

 

Perjalanan Menuju Air Terjun Lubuak Bulan

Untuk menuju lokasi tentunya kita tidak bisa menggunakan sepeda motor. Otomatis saya harus parkir dirumah warga sekitar, karena memang tidak ada parkir khusus. Setelah minta izin, saya melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sesuai arahan dari warga. Baru saja memulai, kami bertemu dengan Pak Mawi, seorang warga yang hendak ke kebun. Beruntungnya kami, dari perkenalan singkat, beliau mengajukan diri untuk membantu kami sampai di lubuak bulan.

Bersama Pak Mawi dan istrinya kami berjalan dengan cepatnya dijalan setapak. Di kiri – kanan perjalanan kami melalui jalan setapak nampak pohon – pohon yang menjulang tinggi yang menyejukkan mata. Suara – suara burung juga menemani kami hingga sampai disebuah ladang gambir yang luas.

Setelah melewati ladang gambir kami kembali masuk belantara pepohonan yang tinggi. Kami dikejutkan ketika akan menuruni tebing yang curam dan bertingkat untuk menuju kaki lembah. Sambil menyebrang sungai yang kecil, Pak Mawi menjelaskan bahwa sungai ini adalah sumber air dari air terjun lubuak bulan. Mendapat informasi seperti itu, kami yakin kalau perjalanan kami sudah dekat. Belum sampai di lokasi, suara gemuruh air terjun sudah membahana ke telinga kami. Tidak sampai beberapa menit, pak Mawi dengan semangat memperkenalkan air terjun ini.

 

Pesona Indah Lima Puluh Kota

Air Terjun Lubuak Bulan
Air Terjun Lubuak Bulan

Luar biasa !!! berulang kali saya mengatakan kata – kata ini. Sungguh sebuah pemandangan yang sangat eksotis dan indah. Di punggung tebing bagian dalam air terjun setinggi 50 meter ini, terdapat gua yang terbentuk dari patahan lapisan bebatuan. Dari dalam gua tersebut kamu dapat menyaksikan air yang berderai seperti selendang bidadari yang men­juntai ke bumi. Sesampai ke bumi selendang air itu menghi­lang entah kemana. Benar kata warga… jika aliran airnya yang jatuh ke kolam ini tidak memiliki aliran air seperti sungai melainkan lenyap menghilang ke bawah kolam.

Berfoto Sejenak

Sebelum kami hendak mengabadikan gambar dan video, pak Mawi pamit untuk segera ke ladang. Kami sangat berterimakasih sekali sudah dibantu hingga sampai dilokasi.

Didalam Cekungan Gua

Selanjutnya seperti biasa, kami mengabadikan foto dan video. Hampir 1 jam lebih kami berada di lokasi ini. Sambil tiduran dibawah cekungan gua, kita bisa menikmati alunan merdu suara air yang jatuh berderai. Dari informasi yang kami baca sebelumnya, kolam ini terdapat goa yang panjang yang langsung menyerap air yang jatuh dari ketinggian sehingga air terjun lubuak bulan ini tidak bisa di gunakan untuk berenang atau bermain air di dalam kolamnya. Kita hanya bisa mencuci tangan atau membasuh muka saja. Bisa di bayangkan apa yang akan terjadi jika kita berenang di dalam kolam tersebut.

Sebelum kami pulang, kami sempat terkejut dengan adanya beberapa sampah di lokasi. Masih ada juga traveller yang datang ketempat indah ini untuk membuang sampah. Bahkan bukan hanya sampah, di dinding cekungan gua juga terdapat berbagai macam coretan. Sungguh miris…

 

Tersesat

Setelah menikmati pesona keindahan tempat ini, kami lalu berbalik arah untuk pulang. Namun dalam perjalanan malahan kami tersesat. Di ladang gambir yang luas kami bingung untuk menentukan arah kemana kami pulang. Ada beberapa jalan, kami sempat mencoba satu – satu hingga kami menemukan jalan yang benar. Sambil memutar kembali video yang telah kami rekam sebelumnya. Sialnya sambil melihat video, saya sempat disuntuk oleh tawon yang berada diatas pohon tempat kami duduk. Saya sarankan untuk kelokasi ini ada baiknya menggunakan guide lokal, atau minta tolong dengan penduduk sekitar. Karena memang tanda atau sign informasi masih minim.

 

Yang perlu di perhatikan :

  • Jangan menggunakan mobil, karena jalur tanah menanjak dan tidak lancar
  • Jika menggunakan sepeda motor, gunakanlah motor trail, kalau menggunakan motor matic tetap harus berhati – hati
  • Untuk treking gunakanlah sepatu atau sendal treking yang baik dan pas.
  • Alangkah baiknya jika ke lokasi menggunakan guide lokal

Punya pengalaman yang lain saat di lokasi ini ? yuk share di kolom komentar.

 

2 thoughts on “Air Terjun Lubuak Bulan, Pesona Indah dari Lima Puluh Kota

Yuk tinggalkan jejakmu dan komentar ya