Lompat ke konten

Dari Rongsokan ke Relung Jiwa: Transformasi Positif Melalui Perkusi di Tanjung Sari Poyo

  • Musik
  • 7 min read
Dari Rongsokan ke Relung Jiwa: Transformasi Positif Melalui Perkusi di Tanjung Sari Poyo

Tak bisa dipungkiri dalam dunia yang semakin kompleks dan penuh dengan berbagai pengaruh negatif, kisah inspiratif tentang perubahan dan perjalanan menuju kebaikan tentu sangatlah berharga. Salah satu kisah luar biasa tentang seseorang yang mendapatkan penghargaaan ASTRA sebagai Penerima Apresiasi Tingkat Provinsi 2021 dengan tema “Penyelamat Generasi Milenial Lewat Musik Rongsokan”.

Bermula dari sebuah desa yang mungkin tak begitu terkenal, namun telah menghasilkan dampak positif yang luar biasa. Tanjung Sari Poyo, sebuah desa kecil di Kepulauan Riau (Kepri), menjadi latar belakang bagi perubahan yang menginspirasi, yang diawali oleh seorang pemuda bernama Syaipul Bahri. Kisahnya bukan hanya tentang musik perkusi atau barang rongsokan semata, melainkan tentang transformasi, tekad, dan semangat untuk mengajak generasi muda menuju hal-hal positif yang lebih baik.

Kisah seorang Pria kelahiran Tanjung Batu, Karimun 30 Juli 1991 ini berawal dari sebuah pemikiran yang tulus dan perhatian yang mendalam terhadap situasi anak-anak muda di desa (Tanjung Sari Poyo) tersebut. Anak-anak muda, pada awalnya terjerumus dalam pergaulan yang merugikan, terutama terlibat dalam geng motor yang meresahkan masyarakat. Dari pemikiran inilah, Syaipul Bahri, seorang musisi musik melayu dan individu yang memiliki rasa tanggung jawab sosial yang kuat, merasa tergerak untuk membuat perubahan positif.

Menurutnya, pada saat itu, terasa seperti tantangan yang sangat besar.

Bagaimana mengalihkan minat anak-anak muda yang cenderung menyukai musik modern ke arah yang lebih positif dan konstruktif?

Bagaimana memotivasi mereka untuk mengikuti kegiatan yang mungkin berbeda dari apa yang mereka pilih sebelumnya?

Syaipul Bahri, S.Pd
Syaipul Bahri, S.Pd

Syaipul memutuskan untuk memulai dengan apa yang ada dalam genggamannya. Dengan sejumlah barang rongsokan yang bisa diaksesnya, ia merancang sebuah kelompok musik perkusi yang unik. Ide ini bukan hanya tentang menciptakan musik, tetapi juga tentang memberdayakan anak-anak muda untuk menciptakan perubahan positif dalam hidup mereka sendiri. Hal ini juga turut di dukung perangkat RW di daerah tersebut sehingga membuat Syaipul menjadi lebih bersemangat.

Baca Juga  Super Premium ! Toyota Vellfire Nyaman Untuk Keluarga

Meski demikian, menciptakan alat musik dari barang rongsokan bukanlah tugas yang mudah. Dibutuhkan imajinasi, kreativitas, dan kemampuan untuk melihat potensi di tempat-tempat yang mungkin tidak pernah terpikir sebelumnya. Anak ke 4 dari 7 bersaudara mengawali perjalanannya dengan memanfaatkan drum persatuan jenazah kampung Sari Poyo yang biasa digunakan untuk memandikan jenazah. Dia juga mencari bahan-bahan lain seperti ember cat, galon, bambu, dan besi untuk menciptakan instrumen-instrumen musik perkusi. Selama proses ini, tantangan tidak hanya datang dari segi teknis, tetapi juga dari pandangan masyarakat yang meragukan bahwa barang-barang rongsokan bisa menghasilkan musik yang baik.

Yang membuat saya salut sebagai penulis artikel ini, Syaipul tidak membiarkan halangan menghalangi tekadnya. Dia terus belajar dan melatih dirinya sendiri, terutama dengan melihat referensi musik perkusi yang bagus di platform daring seperti YouTube. Semangatnya adalah “yang namanya kita berbuat sesuatu itu pasti ada pro dan kontranya”. Ini adalah pandangan yang penuh kebijaksanaan; dia mengerti bahwa setiap tindakan baik selalu diikuti oleh tantangan, tetapi pada akhirnya, dampak positif yang dihasilkan jauh lebih berharga daripada kesulitan awal.

Bukan hanya alat musik yang diciptakan, tetapi juga sekelompok anak muda yang dibawa bersama dalam perjalanan ini. Pada awalnya, anggota kelompok bukanlah pemusik yang terlatih. Namun, mereka memiliki tekad dan motivasi untuk belajar, berkembang, dan meraih hal yang lebih baik. Syaipul tidak hanya memberikan pelajaran musik kepada mereka, tetapi juga menginspirasi mereka untuk melihat potensi dalam diri mereka sendiri. Proses ini adalah contoh nyata bagaimana sebuah gagasan yang dimulai dengan sederhana, dapat memicu efek berantai yang menginspirasi banyak orang.

Perjalanan kegiatan Syaipul di mulai pada tahun 2015 yang mana juga menjadi hari lahirnya group musik perkusi yang ia gagas. Penampilan perdananya tersebut hadir pada acara Sumpah Pemuda. Dengan optimis bersama 15 orang di dalamnya mulai unjuk gigi dengan menampilkan penampilan perkusi terbaiknya. “Bak Gayung Bersambut” penampilan tersebut sukses menyihir penonton dan menarik minat anak-anak geng motor untuk bergabung.

Kesuksesan awal Syaipul tidak hanya dilihat dari sambutan positif yang mereka terima dari masyarakat, tetapi juga dari perubahan dalam hidup anak-anak muda yang terlibat. Semakin mereka terlibat dalam musik perkusi ini, semakin kuat pula perubahan positif yang terjadi dalam diri mereka. Seiring waktu, geng motor yang dulu menjadi identitas mereka, mulai menghilang dan digantikan oleh semangat dan dedikasi terhadap musik perkusi. Mereka mengalihkan fokus mereka dari hal-hal yang merugikan menjadi sesuatu yang membangun.

Baca Juga  Mengubah Persepsi Musik di Event Bono Jazz Festival 2019

Momen kesuksesan group musik perkusi bentukannya hadir pada saat mereka tampil pada acara MTQ yang mana pada saat tersebut hadir Danlanal yang kemudian diketahui sangat tertarik dengan performa group perkusinya. Syaipul dan group perkusinya di undang untuk menghadiri sebuah acara yang di gagas kesatuan Danlanal tersebut. Penampilannya sukses menghibur dan membuat group perkusi mereka diganjar MOU Kerjasama untuk mengisi setiap acara yang dilaksanakan kesatuan Angkatan Laut pimpinan Danlanal tersebut.

Ini adalah bukti bahwa usaha nyata untuk perubahan positif tidak akan luput dari perhatian. Bahkan, Syaipul dan timnya diundang untuk tampil di berbagai acara yang lebih besar, termasuk acara yang melibatkan TNI dan Kepolisian. Ini menunjukkan bahwa melalui dedikasi dan semangat, perubahan positif dapat menyebar lebih luas.

Hal ini juga dapat dibuktikan, meski Syaipul pindah mengajar ke Meranti karena telah lulus CPNS pada tahun 2018, Syaipul Poyo Harmony yang merupakan nama komunitas group perkusi besutannya terus maju dan berkembang.

Meski demikian seiring berjalannya waktu, jumlah personil Syaipul Poyo Harmony yang sejak awal perekrutan di tahun 2018 hampir mencapai 200 orang, kini hanya tersisa 50 orang saja yang aktif, alasannya anak-anak yang sudah didiknya menjadi orang-orang terbaik dan melanjutkan Pendidikan ke jenjang perkuliahan di luar desa.

Salah satu hal yang juga turut memotivasi saya untuk mengenal Syaipul adalah ketika pemuda yang juga seorang guru ini bercerita bagaimana kehidupan yang ia jalani dari kecil hingga sekarang. Sebagai sosok pria yang dari kecil sudah ditinggal ayahnya, ia tetap tekun, tangguh, dan rajin dalam perjalanan hidupnya. Dari kecil sudah terbiasa mencari nafkah sendiri hingga ia bisa terus melanjutkan pendidikan ke SMU dan jenjang kuliah. Mungkin bisa dikatakan hal yang tak akan pernah ia lupakan adalah mengambil bagian untuk mencintai musik daerah pada saat SMU. Melalui alat musik Drum, Syaipul berhasil menjejakkan musik dalam perjalanan kehidupannya.

Baca Juga  Sopan, Lirik Lagu Aisyah Istri Rasulullah Arahan Buya Yahya

Jerih payahnya juga menjadi keberuntungan, setelah menyelesaikan kuliah di Sendratasik Pekanbaru, ia berhasil lulus CPNS dan berkesempatan meneruskan ilmu yang ia dapat dengan mengajar di SDN 14 Bandul, Kecamatan, Tasik Putri Putih, Kabupaten Meranti.

Bagi saya, penghargaan yang diterima Syaipul adalah bukti bahwa kerja keras, dedikasi, dan semangat untuk melakukan perubahan nyata akan selalu diakui dan dihargai. Melalui penghargaan dari ASTRA, yang pertama dalam bidang pendidikan dan yang kedua dalam bidang lingkungan, Syaipul mendapat apresiasi atas upayanya dalam menginspirasi dan membawa perubahan positif dalam masyarakatnya. Ini juga menunjukkan bahwa ketika seseorang bertindak dengan tulus dan memberikan dampak positif, dukungan dan pengakuan akan mengikuti.

Namun, baginya, penghargaan tidak hanya berupa bentuk fisik atau pengakuan formal. Bagi Syaipul, yang paling berharga adalah melihat anak-anak muda yang dulunya terpinggirkan dan merugikan, kini berkembang menjadi individu yang memiliki harapan, cita-cita, dan semangat untuk berkontribusi pada masyarakat mereka. Meskipun penghargaan itu datang dalam berbagai bentuk, tetapi dampak sosial yang dihasilkan dari perubahan positif adalah yang paling berharga.

Kisah Syaipul Bahri mengajarkan kepada kita bahwa ketika kita memiliki tekad untuk berbuat baik dan menginspirasi, kita dapat mengubah dunia sekitar kita. Tidak peduli seberapa sederhananya ide awal kita, dengan kerja keras, kreativitas, dan semangat, kita dapat memicu perubahan positif yang akan berdampak jauh ke masa depan. Pesan dari kisah ini adalah bahwa setiap individu memiliki potensi untuk membuat perbedaan, tidak hanya dalam hidupnya sendiri tetapi juga dalam hidup orang lain.

Dari rongsokan ke relung jiwa… Semangat Untuk Hari Ini dan Masa Depan Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!