Jika teman – teman ingin mencari hotel di Melaka dengan suasana perkampungan mungkin bisa melirik The Hut Serkam. Hotel atau mungkin lebih tepat dikatakan sebagai sebuah homestay dengan kawasan kampung yang nyaman, asri dan bisa menjadi sebuah tempat untuk menenangkan pikiran selama berliburan.

Pilihan lokasi menginap ini juga direkomendasikan oleh bang Shamsul yang mengajak kami secara langsung ke Melaka. Karena memang pada awalnya tujuan kami ke Malaysia hanya untuk berliburan ke Kuala Lumpur dan mengikuti Keretapi Sarong 2019.

Perjalanan Menuju The Hut Serkam

hotel di melaka - pesawat air asia

Sebelum berangkat, bersama Athri dan Ory

Karena terkendala kabut asap sebelumnya di Pekanbaru membuat perjalanan kami ke Kuala Lumpur sempat delay. Belum lagi dengan antrian panjang selama di imigrasi KLIA2 membuat kami benar – benar penat saat itu. Sampai akhirnya kami membeli tiket perjalanan menuju Melaka Sentral (terminal bus) dan mengambil perjalanan sekitar pukul 16.00 waktu Malaysia. Perjalanan menggunakan bus KLIA2 – Melaka Sentral menempuh waktu sekitar 2 – 3 jam dan selama perjalanan itu kami langsung terkapar dan tertidur. Sedangkan saya tak bisa tidur karena takut “ngorok” dan mengganggu orang – orang yang ada di dalam bus.

hotel di melaka - tiket KLIA 2 Melaka Sentral

Tiket bus dari KLIA 2 ke Melaka Sentral

Selama perjalanan saya hanya mengikuti arahan dan komunikasi dengan bang Sham saja di Whatsapp. Memang sebelumnya saya membaca Itinerary yang disusun, tetapi saya tidak sempat mencari tau bagaimana penginapan The Hut Serkam. Dua jam lebih kemudian akhirnya kami hampir sampai dan lalu kemudian saya menghubungi bang Khairul, pengelola dari The Hut Serkam.

Maghrib yang berkabut asap (kabut asap dari Riau sampai di Malaysia) pun mengiringi perjalanan kami selanjutnya. Dari Melaka Sentral kami pun melanjutkan perjalan dengan grab yang sudah dipesankan oleh bang Khairul sebelumnya. Sempat berbincang – bincang dengan bapak supir grab mengenai bencana kabut asap yang tahun ini sangat teruk (parah). Bahkan anak – anak sekolah di kota itu sudah diliburkan, berbeda dengan kota saya yang masih menganggap kabut asap belum parah. Ngalor ngidul hingga bapak grab bertanya kenapa memilih penginapan yang jauh dari kota. Yap, saya langsung menjawab karena pingin yang nyaman dan tenang jauh dari hiruk pikuk kota. Alasan lainnya karena nantinya pada malam kedua kami baru akan menginap di kota.

Lebih kurang 25 menit akhirnya kami mulai memasuki wilayah pemukiman, hampir – hampir mirip jalanan ketika saya pulang kampung ke Sumatera Barat hingga tak lama kemudian kami sampai di daerah Merlimau dimana The Hut Serkam berada.

The Hut Serkam, Hotel di Melaka Dengan Suasana Perkampungan

hotel di melaka - the hut serkam

Papan nama penginapan

Akhirnya saya dan teman – teman blogger dari Pekanbaru sampai juga di penginapan ini. Sempat terkejut karena pintu pagar ini dikunci, dan hari mulai gelap. Saya lalu menghubungi bang Khairul, dan kemudian si abang mengatakan untuk menunggu sebentar sampai bapak yang berjaga datang. Tak lama kemudian akhirnya bapak yang menjaga homestay atau penginapan ini datang dan membukakan pagar.

hotel di melaka - the hut serkam

The Hut Serkam pada pagi hari

Dan taraa…. akhirnya saya bisa melihat tempat menginap ini secara utuh, walaupun sedikit gelap karena hari sudah mulai malam. The Hut Serkam memang menawarkan sebuah penginapan yang nyaman dan asri. Ini terlihat dengan kamar – kamar atau ruangan yang menggunakan sekat dinding kayu dan juga menggunakan nipah pada atapnya. Terlihat juga ada sebuah kolam renang kecil yang disediakan untuk para traveler yang membawa keluarga. Sedangkan di sekitar tempat kami menginap ini dikelilingi oleh perkampungan melayu, ini juga diutarakan oleh Melati teman blogger dari Pekanbaru, yang mengatakan bahwa bentuk rumah yang ada di sekitar penginapan ini seperti rumah tradisional Palembang.

hotel di melaka - lorong the hut serkamTak berapa saat saya dikejutkan oleh bapak yang menjaga penginapan dan lalu berkenalan. Tak menunggu waktu lama, beberapa saat kemudian kami diberikan 2 kunci kamar dari 5 kamar yang tersedia di tempat ini. Di depan kamar kami juga tersedia 2 buah tempat duduk untuk bersantai plus kipas angin dinding. Karena sudah sangat penat kami bergegas masuk ke kamar untuk beristirahat sejenak.

Sampai di dalam kamar, twin bed dengan seprai putihnya sudah menunggu kami plus satu buah bed tambahan karena kami bertiga. Dengan cahaya lampu yang sedikit redup, terdapat pula LED TV, AC, lemari dan meja. Pada dinding juga ada beberapa lukisan cantik dan lampu yang digantung. Sedangkan ruangan kamar mandi juga sudah menggunakan fasilitas hotel pada umumnya, dan yang pastinya juga sudah ada fasilitas air panas. Hotel di Melaka ini juga memiliki Wifi yang bisa digunakan selama menginap disana.

Untuk makan malam kita bisa juga melakukan BBQ dan tersedia pula ruang makan bersama. Hampir mirip hostel, di sini juga ada dapur self service dimana kita bisa membuat kopi dan memasak mie atau bahkan memanggang roti saat sarapan. Malam dan sarapan pada saat kami menginap dan beruntung bisa dimasakan oleh bapak penjaga yang saya lupa namanya dengan makan nasi goreng kampung dan pada paginya makan nasi lemak khas lokal.

Overall penginapan ini cukup nyaman dan bisa menjadi lokasi menginap untuk menghilangkan stress, berliburan bersama keluarga atau bahkan sebagai tempat yang memiliki suasana bersih, tenang dan nyaman. Ditambah dengan fasilitas ruangan kamar yang sudah menggunakan AC, pemanas air, dan fasilitas kamar mandi yang sudah sesuai standar. Dapur yang lengkap dengan kompor beserta peralatan masak lainnya, dan pastinya kita bisa melakukan BBQ di area yang disediakan. Bagaimana dengan mesin cuci ? tentunya juga ada dan bisa kita gunakan. Selain itu juga ada penyewaan sepeda jika kita ingin berkeliling ke berbagai destinasi terdekat dari penginapan ini. Untuk harga pada hari biasa sekitar RM 160 dan pada weekend RM 180.

Ada apa saja di sekitar The Hut Serkam ?

Tentunya ada berbagai macam destinasi yang bisa dikunjungi di sekitar penginapan yang terletak di KM 18, Jalan Serkam Pantai, Kampung Serkam Timur, 77300, Merlimau Melaka ini. Kawasan kampung melayu ini sendiri terkenal dengan kegiatan – kegiatan pertanian, perikanan atau tempat mencari kuliner seafood segar yang berasal dari laut. Banyak juga destinasi – destinasi yang penuh sejarah dan layak didatangi selama ke kawasan ini.

Kalau kamu seperti saya yang suka makan, bisa mengunjungi Medan Ikan Bakar Serkam yang terkenal dengan seafood yang jaraknya sekitar 500 meter saja dari The Hut. Agak jauh sedikit ada juga Medan Ikan Bakar Umbai sekitar 7 KM. Untuk lokasi bersejarah bisa mengunjungi Masjik Jamek Serkam yang berjarak sektiar 200 meter saja. Destinasi lain yang juga menarik adalah pelabuhan lokal nelayan pantai Siring yang berjarak 2.6 KM, dimana kita bisa membeli ikan – ikan segar.

Untuk mengunjungi destinasi tersebut bisa dengan jalan kaki untuk yang terdekat. Bisa juga menyewa sepeda atau menggunakan grab. Kapan lagi bisa melebur dengan masyarakat lokal di perkampungan atau kawasan ini kan ?

Sebaliknya jika kamu mencari 7 evelen, family mart atau ritel modern lainnya tentu tidak ada. Karena jelas, hotel di Melaka yang terletak 25 KM dari pusat kota Melaka ini sangat cocok untuk dijadikan destinasi liburan keluarga atau menjadi tempat mengadakan berbagai gathering komunitas ataupun kantor dengan nuansa perkampungan melayunya. Jika teman – teman ingin menginap dan mencoba merasakan sensasi keramahan lokal bisa langsung menghubungi bang Khairul (+60) 12 320 2611. Oh iya baca juga pengalaman saya menginap di Jonker Inn, Pilihan Hotel di Melaka Dekat Jonker Street.

 

Website : The Hut – Kampung Style Chalet
Email: thehutmalaysia@gmail.com
Facebook: @thehutmalaysia
Instagram : @thehutmalaysia
KM 18, Jalan Serkam Pantai, Kampung Serkam Timur, 77300, Merlimau Melaka